What Could Happen in 10 Years?
Judul kali ini membuat gue berpikir dan merenung cukup lama. Kelihatan seperti pertanyaan yang sederhana, tapi hanya memikirkan itu aja bisa bikin bengong seharian. Tahun ini gue akhirnya menginjak umur 30. Sejujurnya, belum 100% siap, tapi di saat yang bersamaan gue deg-degan dan ga sabar menghadapi apa pun yang ada di depan gue nanti di usia yang udah masuk kepala tiga ini. Tapi kalo ditarik ke belakang dan dipikir-pikir lagi, banyak hal yang ga disangka-sangka terjadi. Maksud gue gini, dari dulu gue merasa sangat biasa aja, nothing special about me—bisa dibilang sangat mediocre lah, tidak ada yang gue rasa sangat menonjol. Setelah gue di titik ini dan kembali ketika gue baru menginjak umur 20 dan menjalani naik-turun, suka-duka di umur 20-an, gue baru sadar banyak hal kecil yang dulu menurut gue pencapaian yang ga seberapa, tapi kalo dilihat lagi ternyata membawa perubahan cukup besar di gue yang sekarang.
Salah satu contohnya adalah my impulsiveness. Gue dari dulu cenderung takut untuk mencoba hal-hal yang baru. Bukan karena ga mau—jujur aja, aslinya sih mau banget—tapi gue ga merasa percaya diri atau merasa bisa melakukan itu. Padahal namanya juga baru mau nyoba, wajar aja dong kalo ga begitu jago dan salah-salah dikit. Sayangnya, ketakutan gue itu menahan gue untuk mencoba banyak hal. But you know what? Di 2016 dan 2017, tanpa berpikir panjang serta didominasi dengan rasa penasaran yang tinggi, gue nyoba Volunteer Ghibli—screening & exhibition. Untuk gue yang seringnya nanya sana-sini dulu, yang satu itu gue putuskan tanpa tanya siapa pun—nanya ortu sih, tapi dalam keadaan udah lolos interview. Sisanya? Gue jalani aja semuanya, susah-senengnya gue hadapi sendiri. Bahagia ya bahagia, nangis ya nangis, marah ya marah. Gue nikmati semuanya sampai pengalaman itu jadi bagian yang berharga dari hidup gue.
Gue ga cuma dapet pengalaman baru tapi juga ketemu orang-orang yang asik dan seru, yang salah satunya membawa gue ke pengalaman lain, yaitu trip bareng temen. Kalo gue yang sekarang ngasih tau ke gue yang dulu sebelum semua ini terjadi, kayaknya dia ga bakal percaya sih. I mean, me? Did all that? Dengan ketakutan yang sampai sekarang makin bertambah, yet somehow I still did it. Itu sebuah pencapaian loh. Dan kalo dibuat listnya juga banyak banget hal yang membuat gue berkembang sampai sejauh ini. Dari yang kesulitan membuat keputusan untuk diri sendiri, sekarang sedikit-sedikit udah mulai bisa tanpa minta pertimbangan orang lain—terutama untuk hal yang cuma gue sendiri yang ngerti. Dari yang cuek dan tidak peduli dengan hal apa pun yang terjadi di sekitar gue, sekarang gue udah lebih aware dengan banyak atau mungkin hampir segala hal. Apa lagi? Dari yang kesulitan mencintai dan meng-embrace diri sendiri, jadi lebih sayang dan peduli—walaupun di aspek kesehatan gue masih banyak rapor merahnya. Jujur, banyak banget dan akan sangat panjang kalau gue tulis semua di sini. Tapi satu hal yang perlu gue point out, frontal lobe gue udah berkembang. Ga seperti dulu yang masih belum. Gue udah bisa menilai mana yang salah, mana yang benar, tau apa yang baik buat gue dan apa yang tidak. Kesadaran gue akan segala hal jadi terasa lebih tajam. It kinda feels like a superpower, if I may say.
Melihat gue yang bertumbuh ini membuat gue terharu. Ketika gue selalu merasa gue gitu-gitu aja ga ada yang menarik, once again and ALWAYS, God proves me wrong. Jadinya, waktu gue mengingat semua itu, ada rasa ga percaya kalo itu semua gue juga yang melakukan—dengan bantuan Allah, tentu aja, mana bisa gue lakukan sendiri. Oh, to grow this much.
Tapi kembali lagi ke judul postingan ini, what could happen in 10 years? Sedikit teringat dengan obrolan gue dan temen gue yang ada kaitannya dengan ini. Sama halnya seperti perubahan gue, ada hal lain yang tidak disangka-sangka terjadi selama 10 tahun. Ada yang dulu deket banget, jadi berjarak. Ada yang datang dan ada yang pergi. Ada yang lo pikir udah lo kenal baik, ternyata lo ga kenal mereka sama sekali karena baru tau satu fakta baru soal mereka. What else? Banyak banget. Dulu, mungkin di tahun 2016, memikirkan akan mengarungi 10 tahun tuh terasa panjang ya. I mean, 10 tahun loh? Untuk yang ga sabaran kayak gue, itu terasa sangat panjang. Begitu udah melewati itu, ternyata 10 tahun terasa seperti sekejap mata. Entah karena guenya terlalu sibuk dengan dunia gue sendiri atau emang waktunya berjalan secepat itu—damn, mau kiamat nih. You gain so much in ten years but also lose so much, which is natural and very normal.
Yang dulunya sangat bikin trauma, sekarang bisa lo hadapi tanpa ketakutan berlebih seperti dulu. Atau yang dulunya susah mengerti atau memahami apa yang diri sendiri mau, sekarang udah bisa menyuarakan apa yang dimau. Waktu yang panjang terasa singkat, dan segala hal bisa terjadi hanya dalam 10 tahun. Kadang heran, kok bisa ya? Untuk satu manusia yang progresnya ga instan, 10 tahun bisa ngasih perubahan yang signifikan, loh, di titik lo bisa ga mengenali diri lo yang dulu. Aneh ya? But that's what makes it interesting. All things could happen whether we're ready or not. Meskipun akan banyak hal menakutkan yang akan terjadi ke depannya, gue siap menghadapi itu semua sama seperti gue menghadapi 10 tahun yang lalu. So, let's create another amazing 10 years! 😆🎉
Comments